TIPS FOTOGRAFI LANDSCAPE DENGAN TEKNIK HDR ( High Dynamic Range )

Untuk mendapatkan hasil foto landscape yang bagus, sudah tentu diperlukan skill fotografi yang baik, jam terbang tinggi, dan juga peralatan yg mumpuni. Penggunaan Filter ( seperti CPL  dan ND ) sangat diperlukan untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Nah, sekarang bagaimana caranya agar bisa menghasilkan foto landscape yang dramatis dengan peralatan seadanya.

Image: Bali Photography School, taken by Agus Darmika

Image: Bali Photography School, taken by Agus Darmika

Beberapa artikel telah membahas tentang foto HDR ( High Dynamic Range ) dimana melakukan penggabungan beberapa foto secara otomatis dengan menggunakan software HDR seperti photomatix dll. Tetapi dalam hal ini saya tidak akan menggunakan software tersebut, tetapi hanya menggunakan teknik masking pada photoshop, karena seringkali hasil yg didapat dari menggunakan software HDR terkesan kasar. Berikut ini langkah-langkah yg harus kita persiapkan : Continue reading

Advertisements

TEKNIK DASAR FOTOGRAFI | BELAJAR FOTOGRAFI BAGI PEMULA

Teknik memotret adalah cara menguasai teknik fotografi untuk menghasilkan sebuah foto. Pada dasarnya teknik fotografi adalah menguasai penggunaan kecepatan rana, bukaan diafragma, dan sensitivitas cahaya ( ISO )

Images by Agus Darmika

Images by Agus Darmika

Ada hal penting yang harus diperhatikan dalam teknik pemotretan yaitu unsur pencahayaan. Dalam hal ini, sinar atau cahaya yang diperoleh objek harus cukup, sehingga dapat direkam dalam film / memory. Jadi, teknik fotografi adalah teknik memadukan unsur kecepatan rana, bukaan diafragma, dan pencahayaan untuk memperoleh foto yang diinginkan. Dengan kata lain, foto merupakan hasil perpaduan ketiga unsur tersebut.

——-BUKAAN DIAFRAGMA——

Bukaan diafragma ( aperture ) adalah alat pengatur cahaya yang dapat masuk ke dalam lensa kamera. Bukaan diafragma berbentuk lempengan bundar terbuat dari logam yang bisa membuka dan menutup dan terdapat pada lensa. Ukuran bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa.

Ukuran bukaan diafragma pada lensa adalah f/1.4; f/2; f/2.8; f/4; f/5.6; f/8; f/11; f/16; f/22; an f/32. Ukuran ini menunjukkan berbanding terbalik, yaitu semakin besar f/angka, bukaan semakin kecil bukaan diafragmanya semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya.

Setiap lensa kamera menuntut memiliki bukan diafragma maksimal dan minimal yang berbeda. Umumnya lensa standar memiliki bukaan diafragma maksimal f/4 atau f/5.6 dan minimal f/22 atau f/32. bukaan diafragma pada kamera saku bekerja secara otomatis, termasuk dalam mengatur bukaan diafragma sesuai dengan pencahayaan pada objek.

Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan cahaya yang masuk ke dalam lensa. Semakin kecil f/angka, semakin lebar bukaan diafragmanya, sehingga semakin sedikit cahaya yang masuk ke dalam lensa.

Selain mengontrol pencahayaan objek dalam foto, bukaan diafragma dan kecepatan rana juga dapat untuk menentukan ruang tajam objek.

credit: framemagz.com

credit: framemagz.com

Continue reading

WEDDING PHOTOGRAPHY LESSON

Wedding photography is the photography of activities relating to weddings. It encompasses photographs of the couple before marriage (for announcements, portrait displays, or thank you cards) as well as coverage of the wedding and reception

When the wedding couple asked you to photograph their wedding (even if it is just friends) they put their trust in you 100% . They will have enough to think about on the day and trust me, the photographer is furthest from their mind. Your photos will hopefully adorn their coffee table for a long, long time as something for them (and you) to be proud of.

There are some tips for wedding photographer:

1. Create a ‘Shot List’

One of the most helpful tips I’ve been given about Wedding Photography is to get the couple to think ahead about the shots that they’d like you to capture on the day and compile a list so that you can check them off. This is particularly helpful in the family shots. There’s nothing worse than getting the photos back and realizing you didn’t photograph the happy couple with grandma!

2. Wedding Photography Family Photo Coordinator

I find the family photo part of the day can be quite stressful. People are going everywhere, you’re unaware of the different family dynamics at play and people are in a ‘festive spirit’ (and have often been drinking a few spirits) to the point where it can be quite chaotic. Get the couple to nominate a family member (or one for each side of the family) who can be the ‘director’ of the shoot. They can round everyone up, help get them in the shot and keep things moving so that the couple can get back to the party.

3. Scout the Location

Visit the locations of the different places that you’ll be shooting before the big day. While I’m sure most Pros don’t do this – I find it really helpful to know where we’re going, have an idea of a few positions for shots and to know how the light might come into play. On one or two weddings I even visited locations with the couples and took a few test shots (these made nice ‘engagement photos’).

Continue reading